"Menurut keterangan saksi, saat kejadian, korban sedang berjalan kaki di jalur kereta api, dan berada sangat dekat dengan perlintasan," kata Budiman.

Budiman menuturkan, pada saat yang bersamaan, datang kereta api jurusan Purwakarta-Garut dengan nomor lokomotif CC 2019209 yang melintas menuju arah Kabupaten Garut.

Menurut keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi, kata Budiman, masinis sempat memberikan peringatan berupa klakson kepada korban. Namun, diduga, korban tidak menyadari peringatan tersebut.

"Saat kereta api melintas, korban tertemper bagian lokomotif hingga terpental dan meninggal dunia di tempat," katanya.

Personel Polsek Sukawening yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan olah TKP. Polisi kemudian mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Cibatu untuk dilakukan pemeriksaan.

"Setelah identitasnya diketahui, kami langsung menghubungi pihak keluarga. Jasad korban langsung dibawa oleh keluarga," pungkas Budiman.

Warga Perumahan Mutiara Citra, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Rabu (2/9/2026) siang digegerkan dengan penemuan sosok bayi.

Bayi berjenis kelamin laki-laki yang diperkirakan baru dilahirkan itu ditemukan di salah satu rumah kosong.

Aditya Prayoga, Ketua RT setempat, mengatakan penemuan bayi itu pertama kali diketahui oleh warga yang sedang berkeliling perumahan. Warga yang sedang bertugas menagih iuran air bersih itu mendengar tangis bayi dari rumah kosong di Blok C tersebut. Karena penasaran, ia memutuskan untuk mencari tahu.

"Ditemukan tadi sekitar jam 11 siang, pegawai perum bagian penagihan air bersih sedang berkeliling. Saat melintas di dekat TKP, dia mendengar suara tangisan bayi. Pas dihampiri dan dilihat ke dalam rumah, ternyata ada bayi dalam posisi tengkurap," ujar Aditya.

Bayi ditemukan di salah satu kamar di rumah yang sudah lama kosong. Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak keamanan perumahan dan pengurus RT setempat.

"Kami langsung lapor polisi," kata Aditya.

Ia mengaku belum mengetahui sosok orang tua yang tega menelantarkan bayi tersebut.

Sepengetahuan Aditya, tidak ada warga di lingkungannya yang sedang hamil dalam beberapa waktu terakhir.

Dijelaskan pula, akses keluar masuk ke perumahan tersebut juga dijaga ketat oleh satpam.

"Untuk kondisi keluar masuk perumahan sebenarnya dipantau ketat," kata Aditya.

Sementara itu, polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengambil langkah-langkah penyelidikan. Namun, upaya penyelamatan bayi tersebut diprioritaskan. Bayi laki-laki itu langsung dievakuasi dan diberi perawatan medis.

"Benar siang ini di perum Mutiara Citra telah ditemukan seorang bayi laki-laki dengan berat 2,4 kilogram dengan panjang 47 sentimeter," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Endang Kusmiran.

Endang menjelaskan, bayi tersebut diperkirakan ditelantarkan sejak beberapa jam lalu. Ia menduga bayi dibuang sejak malam hari. Hal ini ditandai dengan kondisi tali pusar yang sudah mengering.

"Diperkirakan bayi ini dibuang oleh terduga pelaku sekira malam hari karena kondisi plasenta bayi sudah kering," kata Endang.

Saat ditemukan, bayi dalam kondisi tanpa pakaian atau selimut sehingga tubuhnya tampak membiru, diduga akibat kedinginan. Beruntung, kondisi itu bisa segera ditangani sehingga bayi dinyatakan sehat.

"Kebetulan kondisi bayi dalam kondisi tanpa sehelai kain apapun, secara umum bayi dalam keadaan sehat, cuma ada luka lecet di kaki," kata Endang.

"Pemeriksaan oleh bidan sudah dilakukan, Alhamdulillah bayi sudah sehat. Sudah diberikan obat, susu, dan sudah digeser ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya," kata Endang.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait orang tua yang tega menelantarkan bayi tersebut.

"Untuk pelakunya sedang kami selidiki, mohon doanya, supaya cepat terungkap," pungkas Endang.

Seorang lansia asal Kabupaten Garut, Eman Sutaryat (75), tewas mengenaskan di jalanan. Kabarnya, lelaki berumur 75 tahun itu tewas usai kepalanya dihantam batu oleh pria tak dikenal.

Insiden berdarah itu terjadi di Jalan Raya Garut-Pameungpeuk, tepatnya di Kampung Bangsasinga, Desa Sukanagara, Cisompet, Garut, Selasa (1/9/2026) pagi.

Plt Kapolsek Cisompet, Iptu Zainudin menuturkan, menurut keterangan saksi, korban diduga menjadi korban penganiayaan berat. Saksi melihat seorang pria menghantam kepala korban menggunakan batu berukuran besar.