Sementara itu Prof. Dr. Diana Chalil dari Consortium Studies on Smallholder Palm Oil, Universitas Sumatera Utara (USU) menyebutkan dari produksi tandan kosong kelapa sawit (TKKS) nasional yang diperkirakan mencapai 46,16 juta ton, sekitar 23,08 juta ton berpotensi tersedia setelah memperhitungkan pemanfaatan yang sudah berlangsung.

TKKS antara lain dikembalikan ke kebun sebagai bahan organik, diolah menjadi abu untuk pupuk, atau dijual untuk kebutuhan lain. Jarak, kondisi jalan dan kapasitas truk turut menentukan biaya pengiriman.

Dalam produksi bioetanol berbahan TKKS, menurut dia, biaya pengangkutan menjadi komponen biaya bahan baku yang jauh lebih besar dibandingkan harga TKKS.

"Oleh karena itu lokasi pabrik pengolahan dan rancangan logistik menjadi penentu penting," ujarnya.

Dia menegaskan pemanfaatan biomassa perlu dirancang dari hulu hingga pasar, perusahaan harus mengetahui volume yang benar-benar dapat dipulihkan, menghitung biaya pengumpulan dan pengangkutan,