Selain itu, pemerintah memberikan dukungan alat dan mesin pertanian untuk membantu petani mulai dari pengolahan lahan hingga panen dan pascapanen.
Pemprov Jawa Tengah juga memberikan stimulan benih jagung hibrida melalui APBD untuk lahan seluas 3.200 hektare. Sementara dukungan APBN yang terealisasi melalui kontrak mencapai 87.867 hektare di 21 kabupaten dan dua kota.
Dari sisi ekonomi, kondisi harga jagung saat ini dinilai cukup baik bagi petani. Frans menyebut harga jagung pipilan berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram, meski besarannya dipengaruhi tingkat kadar air.
Ia menjelaskan, jagung memiliki pasar yang kuat karena menjadi salah satu bahan penting bagi industri pakan. Karena itu, peningkatan produksi perlu dibarengi pengelolaan pascapanen dan penyerapan hasil agar memberikan nilai tambah bagi petani.