NADIKABAR.COM — Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Setia Diarta mengatakan bahwa industri modifikasi dan komponen aftermarket otomotif Indonesia memiliki peluang pertumbuhan seiring meningkatnya produksi kendaraan nasional.

"Pasar aftermarket otomotif Indonesia diperkirakan lebih dari Rp70 triliun dan diproyeksikan tumbuh 5-6,5 persen per tahun hingga tahun 2032. Ini bukan sekadar angka, ini adalah peluang nyata bagi teman-teman modifikator, builder, dan seterusnya," kata Setia Diarta pada saat pembukaan IMX 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat.

Dia melanjutkan bahwa besarnya pasar tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM), modifikator, serta produsen komponen lokal untuk memperluas usaha mereka.

Menurut dia, ekosistem modifikasi tidak hanya berkaitan dengan hobi, tetapi juga mencakup kreativitas, jasa, dan kegiatan industri yang berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi.