NADIKABAR.COM — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) komoditas biji kakao mengalami penurunan yang disebabkan oleh peningkatan produksi dari negara produsen.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan HPE dan HR dihitung dengan memperhatikan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan dunia.

"Terjadi peningkatan stok biji kakao akibat masa panen di negara produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat, memicu penurunan HR dan HPE biji kakao periode November 2026," kata Tommy dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

HR biji kakao periode November 2026 ditetapkan sebesar 5.613,60 dolar AS per MT, merosot 444,27 dolar AS atau 7,33 persen dari periode sebelumnya.