NADIKABAR.COM — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) komoditas biji kakao mengalami penurunan yang disebabkan oleh peningkatan produksi dari negara produsen.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan HPE dan HR dihitung dengan memperhatikan kondisi pasar, perkembangan biaya logistik internasional, serta dinamika perdagangan dunia.

"Terjadi peningkatan stok biji kakao akibat masa panen di negara produksi utama biji kakao, yaitu Afrika Barat, memicu penurunan HR dan HPE biji kakao periode November 2026," kata Tommy dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

HR biji kakao periode November 2026 ditetapkan sebesar 5.613,60 dolar AS per MT, merosot 444,27 dolar AS atau 7,33 persen dari periode sebelumnya.

Menurunnya HR biji kakao berdampak padaHPE biji kakao periode November 2026 yang menjadi 5.242 dolar AS per MT, turun 444 dolar AS atau 7,81 persen dari periode sebelumnya.

Selanjutnya, HPE keping kayu (chipwood), HPE kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2dari jenis hutan tanaman jenis sungkai, dan HPE kayu olahan khusus jenis merbau dengan luas penampang 4.000-10.000 mm2 juga tidak berubah.

Sementara itu, terjadi kenaikan pada HPE kayu veneer dari hutan alam, HPE kayu lapis untuk kotak kemasan (wooden sheet for packing box), serta HPE kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis meranti dan sortimen lainnya dari hutan tanaman jenis akasia dan sengon.

Peningkatan juga terjadi pada HPE getah pinus periode November 2026 menjadi sebesar 1.023 dolar AS per MT, naik sebesar 3 dolar AS atau 0,29 persen dari periode Oktober 2026.

Kemudian, terjadi penurunan pada HPE kayu veneer dari hutan tanaman; HPE kayu kering atau pecahan (wood in chips or particle); serta HPE kayu olahan dengan luas penampang 1.000-4.000 mm2 dari jenis merbau, serta sortimen lainnya dari jenis eboni dan jati.

Penurunan juga terjadi pada produk yang berasal dari hutan tanaman jenis pinus, gmelina, karet, balsa dan eukaliptus.