Ia mengungkapkan, tren positif juga terjadi pada komoditas jagung. Heru menyebutkan meski luas panen menurun, produksi jagung Jawa Timur justru mengalami peningkatan sekitar 0,67 persen.
Produksi jagung disebut naik dari sekitar 4,20 juta ton pada 2025 menjadi 4,276 juta ton pada 2026. Menurut Heru, kondisi tersebut menunjukkan adanya peningkatan produktivitas meski luas panen berkurang.
"Jagung ini walaupun luas panennya turun, tetapi produksinya meningkat dari tahun 2025. Dari 4,2 juta ton menjadi 4,276 juta ton. Itu menunjukkan bahwa produktivitas jagung di Jawa Timur ada peningkatan," katanya.