"Proses penghitungan surat suara dilaksanakan secara terbuka serta disaksikan cermat oleh dua saksi anggota senat yakni Prof Esti Handayani dan Prof Supriyatna," tutur Haviluddin.
Prof Haviluddin menegaskan bahwa tahapan pemilihan rektor kali ini memiliki dinamika perolehan yang berbeda dibandingkan dengan tahapan penyaringan awal sebelumnya.
Pada tahap penyaringan awal sebelumnya Prof Abdunnur sempat meraih 65 suara, sedangkan Prof Rudianto Amirta mengantongi 24 suara dari jajaran anggota senat.
Prof Dr Rudianto Amirta lahir di Pemangkat, Kalimantan Barat, pada 25 Oktober 1972. Dia merupakan Guru Besar di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis Universitas Mulawarman yang kini dikukuhkan sebagai Rektor Terpilih Unmul untuk masa jabatan 2026–2030.
Prof Rudianto menyelesaikan studi Sarjana (S1) Teknologi Hasil Hutan di Universitas Mulawarman pada tahun 1996. Kemudian melanjutkan jenjang Magister (S2) di bidang yang sama pada perguruan tinggi yang sama hingga lulus tahun 2000, sebelum akhirnya meraih gelar Doktor (S3) bidang Applied Life Science dari Kyoto University, Jepang, pada tahun 2005.
Rekam jejak kepemimpinan akademis sebelumnya ialah Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman selama dua periode berturut-turut, yakni periode 2016–2020 dan 2020–2024. Selain itu, juga pernah dipercaya mengemban tugas sebagai Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) Unmul serta Kepala UPT Double Degree Unmul.