Sebagai seorang akademisi, kepakaran Prof Rudianto berfokus pada teknologi hasil hutan, biomassa, degradasi lignin dengan pemanfaatan jamur white-rot, dan pengembangan energi terbarukan melalui pengolahan kayu untuk fermentasi metana.
Riset-riset dia secara aktif didedikasikan mendukung hilirisasi energi biomassa dan pengelolaan sumber daya alam berbasis hutan tropis lembab Kalimantan.
Prof Rudianto telah menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya X Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2010, Juara 1 Sang Penemu dari LPP TVRI Jakarta pada tahun 2014, serta Nominasi Penghargaan Energi Prakarsa Nasional dari Badan Litbang Kementerian ESDM RI pada tahun 2016.
Mengusung slogan "Unmul Berdaya, Unmul Bermartabat, Unmul untuk Kita Semua: Transformasi yang Terukur, Adaptif, dan Berkelanjutan", dia menetapkan visi untuk membawa Universitas Mulawarman menjadi perguruan tinggi yang unggul, mandiri, bermartabat, serta berdaya saing nasional maupun internasional berbasis kekuatan ekosistem hutan dan lingkungan tropis lembab Kalimantan.
Visi tersebut ditopang oleh delapan pilar misi utama pembangunan kampus, meliputi penguatan tata kelola bermartabat, peningkatan kesejahteraan civitas akademika, pencapaian kemandirian finansial, akselerasi riset dan rekognisi global, pendorongan Unmul sebagai katalisator Nusantara, penjaminan kesuksesan mahasiswa, pelaksanaan pengabdian masyarakat yang berkeadilan, hingga mewujudkan ekosistem kampus yang berkelanjutan.