NADIKABAR.COM β€” Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Said Agil Husin Al Munawar mengatakan masjid dalam Islam bukan tempat pelaksanaan shalat semata, melainkan institusi multidimensional yang mencakup fungsi ibadah, pendidikan, dakwah, sosial, kepemimpinan, keadilan, ekonomi, dan pembinaan spiritual.

"Seluruh fungsi tersebut berakar kuat pada Al-Qur’an dan Sunnah, menjadikan masjid sebagai jantung kehidupan umat Islam dan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berkeadaban," kata Prof Said Agil dalam keterangannya usai menghadiri peringatan maulid di Masjid Birru Al Furqon Grand Catania Citra Raya Tangerang, Senin.

Prof. Said juga menjelaskan kaitan hubungan maulid, cinta nabi dan masjid. Menurutnya, momentum peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perayaan seremonial saja, melainkan menerjemahkan akhlak, ajaran, dan keteladanan dalam kehidupan nyata dengan ekspresi Cinta yang substantif.

Selain itu, maulid juga menghidupkan fungsi sosial dan Ilmu di masjid melalui penguatan moral, solidaritas sosial, dan kerja sama umat untuk membangun masyarakat yang damai serta beradab.

Pada masa Rasulullah SAW, kata Prof Said, Masjid Nabawi adalah sebagai titik sentral peradaban dan tidak hanya menjadi tempat ibadah shalat tetapi juga pusat pendidikan, musyawarah, penyelesaian masalah umat, dan perekat persaudaraan (ukhuwah).

Masjid Nabawi menjadi pusat belajar agama dan pengetahuan umum melalui majelis atau halaqah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW serta tempat penampungan dan perlindungan bagi fakir miskin atau kaum Muhajirin yang belum mempunyai tempat tinggal.

Lalu masjid Nabawi juga dijadikan sebagai tempat bermusyawarah untuk berdiskusi dan bermufakat mengenai urusan sehari-hari umat Islam, baik terkait masalah kemasyarakatan dengan menentukan kebijakan publik, urusan sosial hingga strategi penting terkait pertahanan.

"Maka itu, momentum Maulid harus menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. Karena pada jaman Rasul, masjid memiliki banyak peran untuk urusan ummat," ujarnya.

Ketua DKM Masjid Birru Al Furqon, Dr. Mujianto menyampaikan untuk mendidik anak - anak dan remaja mencintai Masjid, maka diadakan lomba Cinta Nabi dan Rindu Masjid bersama anak anak TPA dan juga Nongki Islami Remaja se Citra Raya.

"Kegiatan ini juga banyak diikuti oleh Remaja di lingkungan sekolah maupun Irmas Masjid di kawasan Citra Raya. Kita ingin menguatkan nilai keagamaan dari fungsi masjid sebagai masjid peradaban," katanya.

Ketua Forum DKM Se-Citra Raya, Ustadz Agus Kuswanto Maarif menyampaikan apresiasi dalam upaya untuk memakmurkan masjidnya dengan memperkuat nilai nilai kemasjidan sebagai masjid peradaban.

"Peringatan maulid menjadi momentum untuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan menggerakkan dan mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan peradaban umat," ujarnya.