BNN menyita narkotika jenis ganja hingga senjata api (senpi) dari penggerebekan terhadap bandar narkoba berinisial MR di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Selain ganja dan senpi, ada mobil mewah.

"Barang bukti narkotika jenis ganja atau gorila yang ada di sebelah kiri. Kemudian barang bukti uang, kemudian senjata api, ada samurai, ada beberapa peluru, ada handphone, ada aset-aset lain, termasuk di depan rekan-rekan ada mobil 2," kata Brigjen Roy Hardy Siahaan saat konferensi pers di Kantor BNN Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).

Barang bukti tersebut dipamerkan saat konferensi pers. Mobil mewah berupa BMW dan satu unit Vespa turut dipajang.

"Yang satu BMW pada saat kita menangkap MR tadi di beauty kecantikan atau salon kecantikan yang ada di Mangga Besar. Sedangkan yang dua lagi kita amankan berada di sekitar TKP dengan barang bukti yang ada salah satunya adalah Vespa dan mobil," ujarnya.

Roy Hardi merupakan lulusan Akpol 1993. Perwira tinggi (pati) Polri kelahiran Medan, 16 Februari 1970 itu memiliki latar belakang di bidang reserse, khususnya narkoba. Sebelum kembali ke Korps Bhayangkara, Brigjen Roy Hardi banyak menghabiskan pengabdiannya pada BNN.

Berikut riwayat singkat karier Brigjen Roy Hardi di Polri: