Karier Audero kemudian berlanjut ke Spanyol. Pada September 2026, Como meminjamkannya ke Rayo Vallecano hingga akhir musim 2026/2027.

Kepindahan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Audero karena untuk pertama kalinya ia bermain di kompetisi kasta tertinggi Spanyol. Sebelum FIFA ASEAN Cup 2026, FIFA juga menyoroti penampilan Audero bersama Rayo setelah kiper berusia 29 tahun itu tampil solid dalam beberapa pertandingan awalnya.

Audero sebelumnya memperkuat sejumlah tim kelompok umur Italia. Ia pernah masuk skuad Italia U17 dan U21, tetapi tidak tampil dalam pertandingan senior Italia.

Pada 2025, Audero akhirnya memilih membela Timnas Indonesia. Keputusan tersebut membuatnya kembali memperkuat negara tempat ia dilahirkan dan negara asal sang ayah.

Kehadiran Audero menambah persaingan di posisi penjaga gawang Timnas Indonesia. Ia kemudian menjadi bagian dari skuad Garuda dalam berbagai agenda internasional hingga FIFA ASEAN Cup 2026.

Jadi pahlawan di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Puncak perjalanan Audero bersama Timnas Indonesia sejauh ini terjadi pada final FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia menghadapi Thailand dalam pertandingan yang berlangsung dramatis. Dean James membawa Indonesia unggul lebih dulu pada menit ke-84, tetapi Thailand menyamakan kedudukan tiga menit kemudian.

Thailand kembali unggul pada babak tambahan melalui Peeradol Chamrasamee. Namun, Elkan Baggott menyamakan kedudukan pada menit ke-116 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Empat penendang Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugasnya. Thailand hanya mencetak dua gol dari kesempatan yang mereka dapatkan.

Ketika Nattapong Sayriya maju sebagai penendang Thailand, Audero berhasil membaca arah bola dan melakukan penyelamatan. Momen tersebut memastikan Indonesia menang 4-2 melalui adu penalti dan menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Dengan pencapaian itu, perjalanan Audero yang dimulai dari lapangan kecil di Cumiana hingga akademi Juventus berujung pada salah satu momen terbesar dalam kariernya. Ia kini bukan hanya dikenal sebagai kiper yang pernah bermain di Serie A dan La Liga, tetapi juga sebagai penjaga gawang yang ikut membawa Indonesia mencatat sejarah di panggung sepak bola Asia Tenggara.