Atas penugasannya tersebut, ia memperoleh UNIFIL Medal dan Military Valour Medal dari pemerintah Lebanon. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan pengabdiannya selama berkarier di lingkungan militer.
Fokus kolaborasi dan respons cepat penanganan bencana
Usai dilantik sebagai Kepala BNPB, Kristomei menyatakan akan memprioritaskan penanganan bencana yang sedang terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kebakaran hutan dan lahan, banjir, serta erupsi gunung api.
Ia menekankan empat prinsip dalam menjalankan tugasnya, yakni kolaborasi, responsif, integratif, dan sinkronisasi. Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, TNI, Polri hingga masyarakat.
Kristomei juga menyoroti pentingnya menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah serta memperkuat koordinasi dengan lembaga terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Sebagai langkah awal, ia berencana melakukan konsolidasi internal untuk mempelajari kondisi lembaga sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan optimal.
Dengan latar belakang pendidikan militer dan pengalaman di bidang operasional, penerangan, serta komando kewilayahan, Kristomei kini menghadapi tanggung jawab baru dalam memimpin penanggulangan bencana nasional. Koordinasi antarlembaga, kecepatan respons, dan kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana menjadi sejumlah aspek yang akan mewarnai kepemimpinannya di BNPB.