"Saya merasakan nyaman di tenis sampai saat SMA menjelang kuliah saya berpikir apakah saya terus di dunia ini (tenis) atau tidak. Karena menjadi atlet itu susah," ujarnya dalam The Inspiring Woman di CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.
Usai lulus SMA, Destry masih sempat mengikuti sejumlah turnamen tenis. Hingga akhirnya 3 bulan sebelum seleksi penerimaan mahasiswa baru yang saat itu disebut Sipenmaru, Destry memutuskan untuk kuliah.
Dengan waktu yang terbatas, Destry memaksimalkan persiapannya untuk mengikuti ujian. Pilihannya jatuh pada Fakultas Ekonomi UI.
"Saya pilih IPS karena suka yang kuantitatif, ya paling nggak bahasa Inggris saya nggak jelek-jelek amat waktu itu. Kalau IPA kan harus belajar lagi, akhirnya keterima di FE UI," ujarnya.