NADIKABAR.COM β Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menjalankan Program Kampung Sehat untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Wakil Ketua YPMAK Bidang Pemantauan dan Evaluasi Hendhaotje Watory di Timika, Senin, mengatakan program yang telah berjalan selama dua tahun itu melibatkan sejumlah yayasan mitra untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat di wilayah pedalaman.
βYPMAK punya Program Kampung Sehat yang sudah berjalan dua tahun. Mitra-mitra ini turun langsung kepada masyarakat, terutama yang belum terjangkau pemerintah ditandai dengan belum adanya pustu (puskesmas pembantu) atau puskesmas,β ujarnya.
Dia menjelaskan mitra pelaksana Program Kampung Sehat antara lain Yayasan Ekologi Papua (YEP), Yayasan Papua Lestari (Yapari), dan Yayasan Rumsram. Masing-masing mitra menjalankan kegiatan sesuai dengan wilayah kerja dan kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.
Program Kampung Sehat, kata dia, diarahkan untuk membantu menangani persoalan kesehatan masyarakat, termasuk malaria dan stunting melalui pelayanan kesehatan langsung di kampung-kampung yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.
Apabila suatu kampung telah terjangkau pelayanan puskesmas maupun pustu, mitra dapat mengidentifikasi wilayah lain yang masih membutuhkan dukungan.
Dalam penanganan malaria, kata dia, kegiatan mitra diharapkan membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih dini, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan penularan penyakit tersebut.
Sementara itu dalam penanganan stunting, pelayanan kesehatan dapat mendukung pemantauan kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak serta mendorong keluarga mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan. Penanganan lebih lanjut tetap memerlukan koordinasi dengan tenaga kesehatan dan fasilitas rujukan.
Dengan pendekatan tersebut, kata dia, Program Kampung Sehat diharapkan melengkapi pelayanan pemerintah, bukan menggantikan peran fasilitas kesehatan yang telah tersedia.
βKalau sudah ada pemerintah di sana, mereka mencari lagi daerah lain yang belum ada intervensi pemerintah. Jadi, mereka bisa bersinergi dengan pemerintah, membantu pemerintah dalam pelayanan kesehatan,β jelas Hendhaotje Watory.
Dia mengatakan pelaksanaan program tersebut juga melibatkan koordinasi antara YPMAK, pemerintah daerah, dan PT Freeport Indonesia. Koordinasi dengan pemerintah daerah dilakukan di bawah arahan pimpinan daerah dengan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan perangkat daerah terkait.
Selain pihaknya mendukung akses pelayanan kesehatan melalui kerja sama dengan rumah sakit di dalam dan luar Papua, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Dia mencontohkan pasien dari wilayah pegunungan yang datang ke Timika dapat diarahkan ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), yang dikelola Yayasan Caritas. Apabila pasien membutuhkan penanganan yang tidak dapat diberikan di Timika, mereka dapat dirujuk ke rumah sakit mitra lainnya di luar Papua sesuai kebutuhan medis.
Melalui kedua skema tersebut, YPMAK berupaya mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat, mulai dari menjangkau kampung-kampung yang belum terlayani fasilitas kesehatan pemerintah hingga membantu akses rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.