NADIKABAR.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN membekali para sarjana atau lulusan baru dari universitas agar siap menghadapi kehidupan pascakampus melalui Program Siap Impact.

"Intinya, ada perspektif yang mesti dipikirkan oleh pemerintah, khususnya Kemendukbangga/BKKBN yang berkenaan dengan investasi sumber daya manusia yang tidak hanya siap kerja, tapi juga leverage (manfaat) agar siap hidup karena ini kompleks, maka, kegiatannya ini rata-rata pesertanya para mahasiswa semester akhir," kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam Forum Siap Impact di Jakarta, Senin.

Wihaji berharap, melalui program tersebut, akan ada ilmu yang dapat dibagikan kepada para mahasiswa, baik itu yang memutuskan untuk bekerja, berbisnis, maupun berkeluarga setelah lulus kuliah agar mereka lebih siap untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

"Harapannya, nanti akan ada forum atau semacam ilmu pengetahuan yang nanti akan disampaikan kepada para mahasiswa semester akhir ini yang akan ada prosesnya, kemudian dari proses ini, harapannya menghasilkan SDM yang baik di atas rata-rata, dan kemudian kita salurkan kepada tempat-tempat yang memang membutuhkan," ujar dia.

Namun demikian, Wihaji menegaskan program ini bukan mengambil kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan, melainkan lebih kepada persiapan sumber daya manusia yang dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak, utamanya perguruan tinggi.

"Tugas kita itu menyiapkan generasi dan sumber daya manusianya, untuk persoalan penempatan dan sebagainya itu bagian dari ikhtiar saja karena berkolaborasi dengan berbagai industri yang berkenaan dengan kebutuhan di masing-masing industri, oleh karena itu, kita sambungkan dengan mengundang perguruan tinggi yang punya sumber daya manusia yang nanti lulusannya bisa ikut di dalam kegiatan Siap Impact ini," tuturnya.

Kemendukbangga/BKKBN mencatat sudah ada 893 mahasiswa yang tergabung dalam program ini, yang masing-masing akan mendapatkan pelatihan, pembekalan, hingga asesmen untuk dipetakan kebutuhannya sesuai dengan keterampilan atau minat masing-masing.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Ukik Kusuma Kurniawan mengemukakan, Program Siap Impact mencakup empat hal, mulai dari kesiapan individual, berkeluarga, bersosial, dan berdigital, yang dilakukan secara bertahap melalui pengenalan potensi, penguatan kapasitas, pemberian pengalaman untuk mengaplikasikan kemampuan, serta fasilitasi akses dengan mitra industri.

Ukik mengemukakan, upaya menyiapkan generasi muda juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri. Melalui Siap Impact, Kemendukbangga/BKKBN berupaya menjembatani kebutuhan tersebut agar mahasiswa tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga mampu menghadapi tantangan kehidupan.

"Diperlukan kemampuan kita untuk memahami diri, belajar dari pengalaman, beradaptasi, membangun relasi hubungan, bekerja, berkolaborasi, dan mengambil keputusan," tuturnya.

Siap Impact 2026 mengusung konsep "Discover Yourself, Develop Yourself, Showcase Your Impact, Connect to Opportunities" yang mendorong generasi muda untuk mengenali potensi, mengembangkan kapasitas melalui pengalaman, menunjukkan gagasan dan dampak, hingga terhubung dengan peluang di dunia nyata.