"Warga juga berharap di sektor pendidikan, Pemprov Jatim terus menekan kasus-kasus pungutan liar (pungli) di sekolah SMA/SMK negeri di Jawa Timur. Sejauh ini kepuasan warga tinggi terhadap komitmen Khofifah-Emil di sektor pendidikan," bebernya.
Lalu program pemutihan pajak, Baihaki menyebut warga puas. Namun, ada berbagai masukan warga mulai dari denda pajak yang dihapuskan hingga layanan yang belum optimal.
"Kepuasan warga atas program pemutihan di angka 77,7 persen. Namun, banyak masukan seperti denda pajak yang dihapuskan ternyata hanya berlaku bagi wajib pajak yang telat membayar di atas 1 tahun. Bagi yang telat satu dua bulan, ada temuan wajib pajak masih membayar denda. Selain itu, layanan samsat corner perlu ditingkatkan," terangnya.
Lebih lanjut, untuk program baru Khofifah-Emil yakni Perisai Anak dan KIP Jawara mendapat respons cukup positif dari warga.
"Sebanyak 78,1 persen warga Jatim puas dengan program Perisai Anak dan KIP Jawara. Harapannya program tersebut terus dijalankan secara konsisten," terangnya.
"Untuk pengelolaan sampah, 81,3 persen warga puas dengan kinerja Pemprov Jatim berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota," ungkapnya.