Kang Marhaen mengapresiasi dukungan BPKP Jawa Timur yang turut mengawal proses pembangunan dari sisi administrasi dan keuangan. Ia juga meminta Manajemen Konstruksi (MK) terus menyajikan data perkembangan riil di lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Dengan sinergi seluruh pihak, Pemkab Nganjuk optimistis Sekolah Rakyat dapat hadir sebagai fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa serta siap menyambut dimulainya tahun ajaran baru pada 31 Agustus 2026.
Percepatan juga difokuskan pada penataan utilitas kawasan, yaitu sistem sanitasi dan saluran pembuangan air. Pemetaan kebutuhan penanganan saluran sepanjang sekitar 200 meter juga telah disiapkan.
Selain sanitasi, tempat penampungan sampah sementara (PPS) juga telah tersedia di kawasan Sekolah Rakyat dan selanjutnya akan diperkuat melalui koordinasi tim redaksi pengelola sekolah dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk.
Dari sisi keselamatan, kawasan Sekolah Rakyat juga dipersiapkan agar memenuhi standar Satuan Pendidikan Aman Bencana. Penyedia jasa akan melengkapi kawasan sekolah dengan rambu-rambu kebencanaan, termasuk penunjuk arah evakuasi dan titik kumpul, sehingga siswa dan seluruh warga sekolah memiliki panduan yang jelas dalam menghadapi situasi darurat.
Sementara Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro menambahkan bahwa kesiapan sumber daya manusia juga telah menjadi bagian dari perencanaan pemkab.