NADIKABAR.COM — Perbaikan sejumlah fasilitas di Taman Pedongkelan, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, sudah mencapai 70 persen.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat, Dirja Kusuma mengatakan, perbaikan dimulai sejak 29 September 2026 dengan melibatkan sekitar 20 petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

“Sebagian sudah selesai dikerjakan. Secara keseluruhan sekitar 70 persen perbaikan telah dilaksanakan,” kata Dirja saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dirja menjelaskan, perbaikan sementara mencakup sejumlah fasilitas taman yang mengalami kerusakan. Di antaranya plaza, kanopi selasar, tempat duduk, pagar, serta dua jembatan penghubung antara jalan dan area taman.

“Pekerjaan perbaikan kami laksanakan sebagai langkah sementara. Untuk perbaikan menyeluruh perlu melalui proses penganggaran terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Dirja, pihaknya sudah melakukan penataan terhadap tanaman dan pohon yang telah mati untuk meningkatkan kembali kondisi serta estetika taman.

“Perbaikan fasilitas dilakukan dengan pengecatan plaza dan tiang selasar, pengacian plaza, serta penanaman tanaman untuk menambah estetika taman,” jelasnya.

Pada bagian pagar, petugas memperbaiki besi yang rusak maupun hilang, kemudian melakukan pengecatan ulang. Sementara dua jembatan penghubung taman yang sebelumnya mengalami kerusakan juga telah diperbaiki.

“Mudah-mudahan akhir pekan ini semua pengerjaan sementara sudah rampung dikerjakan,” tandasnya.

Sebelumnya, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Barat mengupayakan pemasangan kamera pengawas atau CCTV pada sejumlah taman publik untuk mencegah pencurian serta perusakan fasilitas.

"Sebenarnya, solusi terbaik adalah memasang CCTV dan mendirikan pos jaga di lokasi, Bang. Tentu dengan syarat jaringan internetnya tersedia," kata Kasudin Tamhut Jakbar, Dirja Kusuma saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/10).

Upaya ini menyusul ditemukannya kasus perusakan dan hilangnya sejumlah fasilitas taman, salah satunya pagar di Taman Pedongkelan yang dicopot oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Terkait pelaporan ke pihak aparat penegak hukum (APH), pihak Sudin Tamhut saat ini masih melakukan verifikasi lapangan sebelum menindaklanjutinya secara resmi.

"Belum, karena harusnya kalau sesuai arahan, dari Pamdal yang membuat laporan, nanti baru kita teruskan ke Aparat Penegak Hukum (APH) biasanya. Tapi sementara ini tim kita sudah ke sana untuk mengukur berapa meter pagar yang dicuri. Nanti datanya akan kita tindak lanjuti," paparnya.

Sementara untuk mekanisme pemasangan CCTV di lokasi seperti Taman Pedongkelan, pihaknya menargetkan perbaikan sarpras terlebih dahulu serta koordinasi pengadaan jaringan bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) DKI Jakarta.

"Di Pedongkelan sepertinya belum ada (CCTV), Bang. Nah, ke depannya sarana-prasarananya kita perbaiki dulu. Nanti kalau ada pos jaganya, kita akan mengajukan pengadaan CCTV dan jaringan internetnya ke Diskominfo. Dari kita ada unit CCTV-nya, tinggal dipasang," ujar Dirja.

Ia menambahkan bahwa pengajuan ke Diskominfo berfokus pada penyediaan koneksi internet agar efisien dari segi operasional.

"Dari kita cuma mengajukan. Unit CCTV-nya di kita ada, tinggal butuh jaringan internetnya saja dari Diskominfo," tambahnya.

Pengadaan pos jaga dan pengajuan unit CCTV ini rencananya tidak hanya diterapkan di Taman Pedongkelan, melainkan ditargetkan bertahap di taman-taman lain di wilayah Jakarta Barat yang dinilai rawan.