NADIKABAR.COM — Proyek Promise II Impact (Promoting SME Enterprises through Improved Entrepreneurs’ Access to Financial Services) telah menyalurkan total akses pembiayaan dan tabungan formal senilai Rp584,3 miliar kepada 25.378 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, program kerja sama antara Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO) juga sudah melatih lebih dari 2.300 wirausahawan yang sekitar 40 persen di antaranya adalah perempuan, serta memperkuat digitalisasi enam bank perekonomian rakyat (BPR) yang berpotensi memberi dampak positif bagi lebih dari 300 ribu UMKM.
"Proyek ini memang intinya adalah bagaimana mendorong kegiatan sistem keuangan yang lebih inklusif sebagai bagian dari keuangan inklusif dan juga menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang berlanjutan," kata Project Manager Promise II Impact ILO Djauhari Sitorus dalam media briefing acara "Celebrating Achievement, Strengthening Partnerships and Welcoming the Next Chapter" di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, proyek Promise II Impact yang berlangsung sejak tahun 2023 ini memadukan akses keuangan, peningkatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi digital melalui pendekatan rantai nilai yang berfokus pada tiga komoditas prioritas, yaitu susu sapi perah, minyak nilam dan rumput laut.
Di sektor susu sapi perah, proyek ini bekerja sama dengan Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan di Jawa Barat. Melalui penerapan sistem enterprise resource planning (ERP), sebanyak 2.054 peternak disebut telah terintegrasi, sekaligus didukung dengan penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp11,6 miliar.
Sementara itu, di sektor rumput laut di Nusa Tenggara Timur (NTT), program ini telah menghubungkan 216 petani rumput laut dan 57 pengepul melalui sistem ERP.