"Dengan Loan Origination System yang lebih canggih dengan digital, proses approval credit itu menjadi sangat cepat, yang tadinya bisa seminggu-dua minggu, bisa jadi dua hari, tiga hari, sehingga produktivitas dari account officer-nya bank itu meningkat dua, tiga kali. Jadi, biasanya mereka cuma dua hari satu klien, sekarang satu hari bisa tiga, empat klien yang mereka layani, dan ini sangat membantu bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah)," ungkap Djauhari.
Pihaknya juga membantu dalam memfasilitasi diskusi dengan TPAKD untuk melakukan kajian-kajian dan mengoordinasikan rapat di berbagai daerah agar keberhasilan suatu wilayah dapat direplikasi di wilayah lain.
Sebagai contoh, penerapan sistem ERP pada sektor peternakan sapi perah yang berawal dari koperasi susu di Jawa Barat, kini direplikasi ke tiga koperasi di Jawa Timur dengan potensi penerima manfaat hingga 12 ribu peternak.
Pendekatan serupa juga diterapkan pada komoditas unggulan lainnya seperti rumput laut di NTT dan minyak nilai di Aceh yang memberikan dorongan dalam peningkatan ekspor dan pembukaan lapangan kerja.
"Jadi, kita mendorong bagaimana komoditas-komoditas premium terutama berorientasi ekspor itu bisa semakin berkembang baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk ekspor. Melalui itu banyak kesempatan kerja dihasilkan, peningkatan ekspor, peningkatan ekonomi daerah, dan ini semuanya membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," ujar dia.