Menurut dia, berdasarkan hasil uji laboratorium Bidang Laboratorium DNA Rotek Dokkes Polri pada 21 September 2026, sampel DNA jenazah dinyatakan identik dengan ABK KM Arupadatu I serta cocok sebagai ayah biologis dari putra korban.
"Dari antamortem keluarga korban yang ada, kita ambil sampelnya, dicocokkan dengan jenazah yang ditemukan. Maka dari hasil pemeriksaan DNA tersebut, dinyatakan identik dengan Bapak Surahman dan ayah biologis dari Tuan Niyayat," ujarnya.
Selain hasil tes DNA yang akurat, pihak keluarga juga mengenali sejumlah atribut pakaian berupa celana pendek hitam yang terakhir kali dikenakan oleh korban pada saat berangkat mengantarkan rombongan jurnalis ke arah Gunung Anak Karakatau untuk peliputan.
"Pihak kepolisian telah berkoordinasi secara intensif dengan keluarga korban. Putra korban dihadirkan langsung oleh Kapolres untuk mendampingi proses penyerahan jenazah," ujarnya.
Kapolda Banten menegaskan tim terpadu tetap siaga melakukan pencarian dan penanganan lanjutan terhadap korban lain yang belum ditemukan.