Nasional
HALAMAN 2 DARI 3
Protes besar Prancis, Macron sebut belum perlu penetapan darurat
Di tengah protes besar-besaran yang berkecamuk di Prancis, Presiden Emmanuel Macron menilai saat ini tidak perlu dinyatakan keadaan darurat, tetapi penegak hukum ak
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 11:47 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Presiden Prancis juga mengaku tidak melihat ada tanda-tanda campur tangan asing dalam protes tersebut.
Namun, Macron menyebut telah terjadi manipulasi informasi tenteng protes tersebut, sehingga memicu respons-respons yang tak dapat diterima dari banyak orang, bahkan dari pemimpin asing.
Pada Sabtu, unjuk rasa besar-besaran soal biaya hidup dan ambruknya kualitas pendidikan berubah menjadi bentrokan dengan petugas kepolisian di sejumlah kota di Prancis.
Para perusuh membakar balai kota bersejarah di Kota Limoges. Gedung-gedung pusat pemerintahan di Marseille dan sejumlah kota lainnya juga diserang.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.