Presiden Prancis juga mengaku tidak melihat ada tanda-tanda campur tangan asing dalam protes tersebut.

Namun, Macron menyebut telah terjadi manipulasi informasi tenteng protes tersebut, sehingga memicu respons-respons yang tak dapat diterima dari banyak orang, bahkan dari pemimpin asing.

Pada Sabtu, unjuk rasa besar-besaran soal biaya hidup dan ambruknya kualitas pendidikan berubah menjadi bentrokan dengan petugas kepolisian di sejumlah kota di Prancis.

Para perusuh membakar balai kota bersejarah di Kota Limoges. Gedung-gedung pusat pemerintahan di Marseille dan sejumlah kota lainnya juga diserang.