"Di Bali itu yang paling tinggi tuh dari sektor energi kontribusinya emisi di sini. Jadi penggunaan listrik, baik dari penggunaan listrik rumah tangga maupun transportasi itu 93 persennya tuh dari energi gitu," jelas Aisyah.
Aisyah mengatakan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih mendorong kombinasi langkah mitigasi dengan adaptasi iklim. Langkah tersebut dilakukan untuk mereduksi sumber emisi seperti percepatan penggunaan kendaraan listrik, transisi energi terbarukan, dan rehabilitasi hutan.
Sementara itu, adaptasi iklim difokuskan pada pengurangan risiko dampak bencana, seperti penyesuaian tata ruang, penguatan ketahanan pangan, hingga penanaman mangrove.
"Sebenarnya aksi tidak hanya teknologi gitu. Tapi seharusnya aksi iklim itu juga menjawab bagaimana orang hidup, bekerja, dan bersosialisasi," tandas Aisyah.