NADIKABAR.COM — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk mendorong dampak ganda pengembangan panas bumi untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar area operasional secara berkelanjutan dengan menyerap hingga 2.000 pekerja lokal.
"Jadi mungkin dilihat juga pengembangan geotermal itu bukan cuma listrik saja, tapi yang dimanfaatkan adalah kebermanfaatan masyarakat," kata Direktur Operasi PGE Andi Joko, di kawasan PLTP Kamojang, Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Andi menjelaskan bahwa kehadiran industri panas bumi di kawasan pegunungan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan raya. Pembangunan akses jalan tersebut secara langsung menghubungkan daerah terisolasi sekaligus memicu munculnya aktivitas ekonomi baru di sekitar jalur operasi.
Selain keterbukaan akses infrastruktur, keberadaan proyek geotermal turut memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. PGE mencatat terdapat sedikitnya 210 tenaga kerja rutin yang diserap dari warga sekitar untuk menunjang aktivitas operasional harian.
Jumlah penyerapan tenaga kerja tersebut bahkan mengalami lonjakan yang sangat signifikan ketika proyek memasuki masa puncak pembangunan fisik pembangkit.
"Bisa sampai 2000 ketika kami peak-nya membangun pembangkit. Dan ini semuanya ya hampir semuanya lokal lah ya," ujar Andi.
Staf Khusus Wakil Presiden RI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Sosial Tina Talisa menekankan pentingnya pemanfaatan langsung (direct use) energi panas bumi untuk warga terdekat.
Menurutnya, pemanfaatan energi tidak boleh hanya difokuskan pada daerah yang jauh dari lapangan operasional.
"Jadi direct use itu bukan hanya sekadar oh asal ada CSR, tidak, tapi untuk membuktikan bahwa sebetulnya excess-excess (kelebihan produksi) yang tadi awalnya tidak termanfaatkan, malah menjadi bermanfaat buat masyarakat," ujar Tina.
Ia menegaskan bahwa masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi pegunungan harus menjadi pihak utama yang merasakan manfaat ekonomi dan sosial dari keberadaan energi bersih tersebut.
Melalui integrasi antara pasokan energi terbarukan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan warga lokal, pengembangan panas bumi diharapkan menciptakan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.