Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyambut baik peninjauan tersebut. Menurut dia, persoalan sampah merupakan tantangan perkotaan yang membutuhkan komitmen, kolaborasi dan langkah konkret seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, pengembangan PSEL Bali diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
"Melalui penerapan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan, sampah tidak lagi semata-mata dipandang sebagai persoalan, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi sumber energi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat," kata Arya Wibawa.
Sementara itu, Direktur Utama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Fadli Rahman menjelaskan fasilitas PSEL Bali dirancang memiliki kapasitas pengolahan sampah 1.500 ton per hari dengan potensi produksi listrik mencapai 240 GWh per tahun.
Fasilitas yang dibangun di atas lahan seluas enam hektare tersebut memiliki kapasitas energi rata-rata 30 megawatt (MW) dan ditargetkan rampung dalam waktu 24 bulan.