Penelitian tersebut melibatkan 268 orang dewasa berusia rata-rata 65 tahun. Para peserta diminta mengisi kuesioner harian selama dua pekan untuk mengukur pengalaman mengenai keuntungan dan kerugian akibat pertambahan usia, perasaan memiliki kendali atas kehidupan, serta tingkat kebahagiaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasaan memiliki kendali atas kehidupan berpengaruh terhadap hubungan antara perubahan terkait usia dan kebahagiaan. Ketika seseorang merasa tidak memiliki kendali, pengalaman kehilangan atau keterbatasan cenderung memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan emosional.

Whitbourne menjelaskan bahwa perasaan memiliki kendali dapat membantu seseorang mengambil langkah untuk menghadapi perubahan yang dialami. Misalnya, ketika mengalami nyeri pada persendian, seseorang dapat mencoba peregangan atau yoga untuk menjaga kebugaran tubuh.

Sebaliknya, ketika seseorang merasa tidak mampu mengubah keadaan, motivasi untuk melakukan sesuatu dapat menurun. Kondisi tersebut berpotensi membuat seseorang semakin sulit beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.