Lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan, anak yang tiba-tiba ditinggal tanpa pengawasan dapat merasa bingung, khawatir, takut, atau panik.
"Dampak ke depannya bisa membuat anak menjadi tidak percaya atau membangun rasa tidak aman kepada orang dewasa, yang justru membuat anak malah menjadi terlalu lekat kepada orang dewasa di sekitarnya," katanya kepada NadiKabar pada Senin.
Kondisi yang demikian, menurut dia, bisa membuat anak menjadi enggan berpisah dari orang dewasa, terus ingin berada di dekat pengasuh, atau marah saat ditinggalkan.
Vera mengemukakan pentingnya orang tua membantu anak menenangkan diri agar bisa kembali merasa aman setelah mengalami peristiwa yang menakutkan.
Selain itu, menurut dia, orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku yang menetap atau mengganggu keseharian anak setelah anak ditinggal tanpa pengawasan.