NADIKABAR.COM — Psikolog klinis senior Ratih Ibrahim mengingatkan para orang tua agar tidak ikut tantrum saat menangani tantrum anak.
"Kalau anaknya lagi tantrum, apalagi di usia toddler, usia balita, ibunya jangan ikutan tantrum. Karena anak jadi belajar bahwa, 'oh ini ternyata boleh kayak begini', kalau ibunya tantrum," katanya dalam acara diskusi yang diikuti di Jakarta, Kamis.
"Jadi kalau ibunya tantrum, anaknya jadi makin tantrum. Anak akan belajar bahwa emotional regulation-nya jadi persis kayak ibunya," kata anggota Tim Ahli Program Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan itu.
Alih-alih marah dan emosi, ia mengatakan, orang tua sebaiknya berusaha memahami dan membantu anak mengenali emosi yang sedang dirasakan serta mengendalikan emosinya. Misalnya dengan mengucapkan, "Iya mama ngerti, ibu ngerti ya kamu kesal."
Tindakan semacam itu dapat membantu menghadirkan kesadaran pada diri anak bahwa memiliki perasaan negatif adalah hal yang wajar dan mereka tetap dicintai.