"Cicurug itu satu kecamatan yang tidak ada LP2B-nya, tahu nggak? Karena mereka nggak mau. Tapi hari ini dipaksa oleh pemerintah," paparnya.
Sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan pangan, Pemkab Sukabumi juga membagi wilayah ke dalam beberapa zona komoditas unggulan.
Sentra padi utama difokuskan di wilayah Sukabumi Selatan seperti Kecamatan Ciemas, Jampangkulon, Surade, Ciracap, Jampangtengah, dan Tegalbuleud yang masing-masing memiliki luas sawah di atas 2.000 hektare.
Sementara komoditas kopi dipusatkan di Kecamatan Sukabumi, Gegerbitung, Sukalarang, Sukaraja, dan Nyalindung. Sedangkan tanaman hortikultura tersebar di lereng Gunung Halimun Salak serta Gunung Gede Pangrango.
"Swasembada ini harus berlanjut. Caranya, sawah jangan dialihfungsikan, subsidi pupuk dan benih terus disalurkan, irigasi diperbaiki, serta teknologi dan mekanisasi pertanian modern terus kita tingkatkan," pungkasnya.