Ia menyebut sejumlah inovasi unggulan yang sudah berdampak langsung bagi masyarakat, di antaranya alat gasifikasi untuk mengolah sampah organik (misalnya daun dan ranting hasil sapuan jalan) menjadi synthetic gas (syngas) yang dapat digunakan warga layaknya gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, alat insinerator dan plastic melter untuk solusi bagi limbah plastik residu yang sulit didaur ulang, seperti kantong keresek sekali pakai. Plastik dilelehkan dan dicetak menjadi paving block yang bernilai guna dan ekonomi tinggi.
Selain itu, pengembangan maggot sebagai pengolah sampah organik sisa makanan sekaligus dimanfaatkan sebagai pakan ternak berkualitas tinggi.
Ia menyebut saat ini, hasil teknologi tersebut telah digunakan secara langsung oleh masyarakat di tempat pengelolaan sampah (TPS) mitra PSSC Untidar.
Alat gasifikasi, katanya, diterapkan di TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) Potrobangsaan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, alat insenerator dan plastic melter dimanfaatkan secara aktif oleh Bank Sampah Sidoresik, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, dan beberapa alat teknologi lainnya telah didistribusikan ke beberapa wilayah di Kabupaten Temanggung.