Ia mencontohkan dalam video penyerangan terhadap bus tim EPA Persib, terdapat ada oknum suporter yang membawa barang tumpul, menghancurkan bus.

"Mana ada menonton bola bawa alat pukulan, nah ini konteksnya kan artinya kan sudah ada pemikiran (untuk melakukan kekerasan). Ataupun yang sekarang oknum suporter yang satu lagi membalas, nah ini sama," katanya.

Erick pun memberikan kesempatan kepada operator liga dan klub untuk bersepakat dalam hal jaminan memastikan keamanan sebuah pertandingan. Jika tidak ada kesepakatan, kata dia, maka PSSI akan melakukan intervensi.

"Ya jangan-jangan tidak ada lagi suporter away lagi," katanya.