Ia mengatakan bahwa komitmen bersama untuk menjaga dan menjamin keamanan pertandingan maupun suporter sudah menjadi kesepakatan bersama operator liga maupun klub sejak awal.
Larangan suporter away, kata dia, sudah berlangsung hampir empat tahun sehingga diharapkan ada efek jerah. Namun, kata dia, ketika larangan itu dicabut dan suporter away diperbolehkan, ternyata muncul lagi peristiwa anarkis.
"Masa enggak kapok juga gitu. Nih, ini sudah dikasih (izin untuk suporter away) pada musim ini, baru ini pertama dikasih, massa kejadian lagi gitu," katanya.
Erick menambahkan pihaknya tidak tidak ingin menyalahkan salah satu pihak dalam peristiwa kekerasan oknum suporter, namun, ia mengingatkan semua pihak harus berkonsolidasi dan mewujudkan komitmen menciptakan pertandingan sepak bola tanpa adanya aksi anarkisme.