NADIKABAR.COM β€” Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Gita Amperiawan menyatakan pesawat N219 merupakan hasil karya anak bangsa yang dikembangkan tanpa tenaga pendamping teknis dari luar negeri.

β€œPesawat N219 adalah pesawat seratus persen karya anak bangsa. Tingkat kandungan dalam negerinya (TKDN) 44,69 persen,” ucap Gita saat eksplorasi industri pertahanan bersama pers di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Dia menyebut pengembangan N219 melibatkan kurang lebih 16 industri pertahanan nasional dan empat perguruan tinggi dalam negeri.

Dijelaskannya, N219 merupakan pesawat turboprop bermesin ganda yang memiliki kapasitas 19 penumpang.

Pesawat tersebut dirancang untuk melayani rute penerbangan perintis, termasuk wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur landasan pacu. N219 memiliki kemampuan lepas landas pada landasan sepanjang sekitar 600 hingga 800 meter serta dapat dioperasikan pada landasan yang tidak beraspal (unpaved runway).

Gita menyebut sekitar 100 bandara perintis di Indonesia memiliki landasan pacu dengan panjang kurang dari satu kilometer. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 bandara disebut memiliki landasan yang tidak beraspal.

Pesawat tersebut kini dikembangkan untuk kebutuhan militer dan komersial. Kedua jenis kebutuhan itu memiliki basis yang sama, tetapi dapat dibedakan berdasarkan persyaratan sertifikasi dan kebutuhan khusus.

Ia mencontohkan, untuk kebutuhan militer penyesuaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan operasional TNI, termasuk untuk mendukung kegiatan penerjunan personel.

Di sisi lain, PT DI berupaya meningkatkan keterlibatan industri nasional dalam produksi N219. Gita memperkirakan TKDN pesawat tersebut meningkat hingga 65 persen apabila produksi dilakukan secara massal.