NADIKABAR.COM β Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis menyatakan kesiapan perusahaan untuk menjalankan peran sebagai instrumen fiskal hijau pemerintah.
βJadi secara readiness, Geo Dipa itu untuk dipersiapkan menjadi fiscal tools green. Itu sudah siap dijalankan,β ujar dia dalam Media Gathering Kementerian Keuangan 2026 di Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Secara teknis, ia mengatakan perusahaannya telah mengoperasikan pembangkit berkapasitas 120 megawatt (MW), sedang membangun 100 MW pembangkit, serta menyiapkan pengadaan (procurement) untuk pembangkit 110 MW. Dengan demikian, total kapasitas geothermal (panas bumi) yang sedang dikelola mendekati 400 MW, di samping pengalaman operasi dan pemeliharaan selama 24 tahun.
Dalam 10 tahun ke depan, perseroan menargetkan mampu membangun kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 965 MW dan produksi silika serta litium sekitar 5 ribu ton per tahun, katanya menambahkan.
βMineral-mineral ini ekuivalen dengan mineral yang dihasilkan dari tambang, tapi dia munculnya dari sumur panas bumi. Menariknya adalah ini bisa kita klaim green minerals. Kalau yang di tambang gray minerals karena dia pakai fosil alat coiling-nya, eskavatornya berbahan bakar BBM semua,β ujar dia.