Penjajakan tersebut memanfaatkan momentum penguatan hubungan ekonomi Indonesia dan UEA setelah berlakunya Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) yang dalam dua tahun mendorong peningkatan perdagangan bilateral sebesar 26 persen dan investasi UEA ke Indonesia hampir 641 persen.

Meski demikian, Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia Pramusti Indrascaryo mengatakan, pengembangan pasar internasional juga perlu diiringi peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar tenaga kerja dalam negeri mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memenuhi kebutuhan industri maritim global.

Melalui penjajakan kemitraan dengan UEA, PT PAL berupaya mengoptimalkan peluang pasar internasional untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan nasional, memperluas penguasaan teknologi, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha menilai kemampuan desain dan rekayasa PT PAL yang telah memperoleh kepercayaan mitra internasional termasuk melalui proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah.