Sementara itu, ekuitas meningkat 42 persen menjadi Rp11,97 triliun dari Rp8,41 triliun pada akhir tahun 2025, sejalan dengan perolehan laba Perseroan selama 9M 2026.

Dari sisi pengembalian atas modal yang digunakan, Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 23,88 persen pada 9M 2026, meningkat dibandingkan 9M 2025 sebesar 4,40 persen. Return on Equity (ROE) juga meningkat menjadi 34,42 persen dari 8,00 persen pada 9M 2025.

Peningkatan ini mencerminkan penguatan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba relatif terhadap aset dan ekuitas yang dimiliki.

Dari sisi arus kas, Perseroan membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi pada 9M 2026 tercatat positif sebesar Rp4,09 triliun, berbalik dari arus kas keluar bersih sebesar Rp388,64 miliar pada 9M 2025. Saldo kas akhir periode mencapai Rp4,25 triliun, meningkat dibandingkan Rp1,34 triliun pada 9M 2025.

β€œCapaian ini mencerminkan penguatan kinerja operasional dan keuangan melalui peningkatan produktivitas, optimalisasi kegiatan usaha, pengelolaan penjualan efektif, serta disiplin dalam pengelolaan keuangan,” ujar Restu.