NADIKABAR.COM β PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) menguji penggunaan pupuk kalium humat hasil hilirisasi batu bara pada lahan sawah Kelompok Tani Tampang Jaya di Desa Talawi Mudik, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar).
βKami ingin melihat sejauh mana pupuk kalium humat ini mampu mendukung produktivitas pertanian, sehingga hasil pengujiannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi petani dalam memilih pupuk yang sesuai dengan kebutuhan lahan,β kata Asset Development Section Head PTBA Ombilin Mining Site Sugiatno di Sawahlunto, Jumat.
Ia mengatakan uji coba tersebut untuk memantau pengaruh pupuk kalium humat ini terhadap hasil panen sekaligus mengenalkan alternatif pupuk kepada petani.
"Perusahaan terus meneliti potensi pemanfaatan produk hilirisasi batu bara untuk berbagai kebutuhan produktif masyarakat, termasuk sektor pertanian," kata dia.
Ia menyatakan kalium humat yang diolah dari batu bara berkalori rendah tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan hasil panen padi petani.
βTentu harapannya penggunaan pupuk kalium humat dapat meningkatkan hasil panen gabah petani Tampang Jaya sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan produk hilirisasi pertambangan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,β ujarnya.
Sementara peneliti UGM Anton Sujarwo yang menyampaikan sosialisasi dan edukasi kepada Kelompok Tani Tampang Jaya Talawi menjelaskan kalium humat sebelumnya juga telah diuji coba pada lahan pertanian di Sumatera Selatan dan sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera Selatan.
Dengan hasil uji coba sejauh ini terpantau bagus dan sesuai target, sehingga uji coba diperluas ke daerah lain seperti di Sumbar.
βSingkatnya, kalium humat mengandung unsur hara kalium yang dibutuhkan tanaman untuk mendukung proses fotosintesis dan membantu tanaman menghadapi stres. Produk tersebut juga berpotensi memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologis tanah,β kata dia.
Sejalan dengan itu, peneliti UGM lainnya Nidha Nikmah Chairunnisa juga memberikan sosialisasi kepada petani mengenai karakteristik dan teknik praktis dalam pemanfaatan kalium humat.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih mengatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung kegiatan tersebut melalui pendampingan penyuluh pertanian setempat.
βKami melihat ini potensi yang bagus bagi petani, ada alternatif pupuk yang sedang dikaji secara ilmiah. Tentu penyuluh pertanian nanti bisa ikut mendampingi dan mengawal agar penerapannya sesuai, aman dan produktif bagi petani,β kata dia.