Persoalan tersebut kembali mencuat setelah sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Petani Pangalengan (APP) dan berafiliasi dengan Serikat Petani Pasundan (SPP) berencana mendirikan bangunan untuk kegiatan keagamaan sekaligus sekretariat organisasi di Blok Cipicung, Kampung Cinyiruan.

Sebagai bentuk penolakan terhadap aktivitas tersebut, ribuan pekerja perkebunan turun langsung ke lokasi untuk menertibkan puluhan bendera dan spanduk organisasi yang terpasang di kawasan perkebunan.

Heru mengatakan, manajemen perusahaan tetap mengedepankan prosedur dalam menangani persoalan lahan tersebut, meskipun para pekerja mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap keberlangsungan pekerjaan mereka.

"Kalau manajemen pasti selalu mengedepankan prosedur. Tetapi serikat pekerja akan mengedepankan bagaimana hak hidup anggotanya tidak terganggu," ujarnya.