NADIKABAR.COM — BUMN bidang konstruksi PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatat perolehan kontrak baru senilai Rp9,3 triliun hingga Agustus 2026, dengan 66 persen di antaranya berasal dari proyek yang didanai pemerintah.

Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo mengatakan perolehan kontrak tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat bisnis inti dengan mengutamakan kualitas proyek dan pengelolaan risiko.

"PTPP terus mengedepankan selektivitas dalam memperoleh kontrak baru dengan mempertimbangkan kualitas kontrak, profil risiko, serta potensi kontribusinya terhadap kinerja Perseroan," kata Joko dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.

Berdasarkan sumber pendanaannya, proyek pemerintah mendominasi perolehan kontrak baru PTPP dengan porsi 66 persen, disusul proyek swasta sebesar 18 persen dan proyek BUMN sebesar 16 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan proyek yang didanai pemerintah masih menjadi sumber utama kontrak baru perseroan, sementara proyek swasta dan BUMN turut berkontribusi terhadap portofolio pekerjaan.