"Sejalan dengan strategi Back to Core, kami akan terus memperkuat bisnis inti dan menjaga kualitas portofolio proyek guna mendukung pertumbuhan Perseroan yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Joko, PTPP akan mengoptimalkan kemampuan dan pengalaman perusahaan untuk memperoleh proyek di berbagai sektor dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan disiplin manajemen risiko.
Sebelumnya, PTPP pada Desember 2025 memproyeksikan perolehan kontrak baru sepanjang 2026 mencapai Rp23,5 triliun, seiring langkah perseroan memperkuat bisnis inti konstruksi dan menata portofolio usaha.
Dalam perkembangan terpisah, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia pada 2 Oktober 2026 menyatakan akan memprioritaskan proses penggabungan PTPP, Adhi Karya, Brantas Abipraya, dan Nindya Karya sebagai bagian dari konsolidasi BUMN Karya.