Pada penutupan perdagangan Jumat (23/10), saham PTSN tercatat menguat 24,46 persen ke level Rp346.

Herditya mengatakan pergerakan saham tersebut terjadi di tengah wacana pemerintah membagikan ponsel gratis kepada sedikitnya 25 juta warga dewasa kelompok desil 1-4 untuk mendukung kepemilikan rekening digital dalam penyaluran bantuan sosial dan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dengan asumsi harga perangkat Rp1,1 juta per unit, maka kebutuhan anggaran pengadaan program tersebut diperkirakan mencapai Rp27,61 triliun.

Adapun, ​​​PTSN ​​​​​berpotensi memperoleh manfaat dari kegiatan perakitan (assembly) dan produksi perangkat tersebut.

Di luar sentimen pasar, valuasi saham PTSN juga menjadi perhatian berdasarkan laporan keuangan periode semester I-2026.

Mengutip laporan keuangan perseroan, pertumbuhan pendapatan perseroan diikuti peningkatan beban pokok pendapatan menjadi 167,45 juta dolar AS pada semester I-2026, dibandingkan senilai 94,96 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut mendorong laba kotor perseroan turun menjadi 14,83 juta dolar AS pada semester I-2026, dibandingkan senilai 15,35 juta dolar AS pada periode sama tahun sebelumnya.