Puan menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dalam mengatur keberhasilan pembangunan suatu negara.
"Ukuran keberhasilan suatu negara bukan hanya pertumbuhan, prosedur, atau kecanggihan kelembagaan, tetapi juga peningkatan kapasitas rakyat untuk menentukan masa depan mereka sendiri," sambungnya.
Puan memandang tata kelola pemerintahan yang adil harus memperluas partisipasi dan kontrol publik, memperkuat akuntabilitas kekuasaan, mencegah konsentrasi kekayaan dan pengaruh di tangan segelintir orang, melindungi kedaulatan nasional, serta memastikan bahwa kekayaan dan sumber daya nasional dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.
"Sejarah telah menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi dapat berubah menjadi kekuatan politik, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk melanggengkan ketidaksetaraan sosial dan ekonomi," ungkapnya.
Puan juga menyoroti keterkaitan antara demokrasi politik dan pemerataan kekuatan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.
"Akibatnya, demokrasi politik tidak akan pernah benar-benar substantif jika kekuatan ekonomi terkonsentrasi sedemikian rupa sehingga suara minoritas kecil menjadi jauh lebih menentukan daripada suara masyarakat umum," lanjutnya.
Puan, yang merupakan Ketua Majelis Sidang Umum IPU ke-144 tahun 2024, menilai dalam hal itulah parlemen memegang posisi strategis.
Menurut Puan, parlemen berfungsi sebagai jembatan antara kedaulatan rakyat dan kekuasaan negara, sebagai lembaga yang bertugas menerjemahkan suara rakyat ke dalam undang-undang, anggaran, mekanisme pengawasan, dan kebijakan publik.
"Legitimasi demokrasi tidak berakhir ketika pemilihan umum selesai. Hal itu harus terus diperbarui melalui keputusan negara yang adil, transparan, dan akuntabel, serta memberikan hasil nyata bagi rakyat," tegasnya.
Selain membawa isu kepentingan diplomasi Indonesia, Puan menghadiri IPU di Tanzania karena adanya pemilihan presiden IPU yang berlangsung setiap 3 tahun sekali.
Terdapat tiga calon Presiden IPU, dua di antaranya yakni Azerbaijan dan Australia yang memiliki hubungan cukup dekat dengan Indonesia. Puan akan mendengar visi misi dan menemui semua calon secara imbang sebelum voting.