Selain itu, Puan juga mengingatkan agar seluruh prajurit tidak pernah melupakan akar sejarah pembentukan institusi militer Indonesia. Menurutnya, prajurit harus selalu ingat bahwa TNI lahir dari rahim rakyat dan bertugas mengabdi demi kepentingan masyarakat luas.
"Karena itu, kekuatan TNI harus selalu berpihak kepada rakyat, bangsa, dan negara," imbuhnya.
Dalam upacara parade HUT ke-81 TNI ini, Presiden Prabowo Subianto juga melantik dan mengukuhkan sejumlah satuan baru. Peresmian tersebut mencakup 6 Komando Daerah Militer (Kodam), Brigif TP, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP), serta 3 Batalyon Bantuan Tempur untuk matra TNI AD.
Sementara untuk matra TNI AL, satuan baru yang diresmikan meliputi 1 Brigade Infanteri Marinir serta 4 Batalyon Marinir. Adapun pengembangan pada matra TNI AU mencakup pembentukan 1 Divisi II Korpasgat, 1 Brigade Korpasgat, 3 Yon Korpasgat, 1 Skadron Pendidikan, 2 Skadron Udara, dan 2 Satuan Radar.
Puan menilai pembentukan berbagai satuan baru tersebut menjadi langkah strategis agar dapat memperkuat pertahanan Negara. Ia menekankan bahwa ekspansi struktur militer ini harus berorientasi pada perlindungan rakyat serta keutuhan wilayah Indonesia.
"Dengan berbagai satuan baru ini, kita berharap TNI dapat semakin kuat dalam menjaga rakyat serta kedaulatan NKRI," ucap Puan.
Lebih lanjut, Puan menyampaikan penghargaan atas dedikasi prajurit TNI dalam menjaga pertahanan negara dan melayani rakyat. Apresiasi tersebut juga diberikan kepada para prajurit yang sigap membantu masyarakat saat bencana serta situasi darurat.
"Pengabdian tersebut perlu ditopang koordinasi yang jelas serta dukungan pemerintah sesuai mandat penugasan, sehingga pertolongan kepada warga berjalan efektif dan kesiapan pertahanan tetap terpelihara," ungkap Puan.