Puan juga menyoroti pentingnya jaminan sosial dan pemenuhan hak-hak dasar bagi seluruh prajurit militer. Langkah ini dinilai penting sebagai wujud apresiasi atas pengabdian para penjaga kedaulatan negara.

"Kepastian kesejahteraan, pelayanan kesehatan, dan dukungan bagi keluarga merupakan bagian dari tanggung jawab negara terhadap mereka yang menjalankan pengabdian," jelas Puan.

"Pendidikan, latihan, pemeliharaan, dan kesejahteraan prajurit harus memperoleh perhatian bersama agar investasi pertahanan menghasilkan kemampuan yang dapat diandalkan," sambungnya.

Selain itu, Puan juga mengingatkan agar kedekatan TNI dengan rakyat perlu terus dipelihara melalui pengabdian yang menghormati hukum, melindungi keselamatan masyarakat, dan menjaga kepercayaan publik.

"Teruslah menjadi kekuatan pertahanan yang menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia!" pungkas Puan.

Pada HUT ke-81 TNI ini, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto sebagai komandan upacara.

Puan duduk di podium tamu undangan bersebelahan dengan Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPD Sultan Najamudin. Turut hadir pula dalam acara ini para jajaran menteri, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto hingga presiden terdahulu, seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).