NADIKABAR.COM — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah untuk memperkuat penanggulangan krisis air, termasuk peningkatan infrastruktur di daerah rawan, menyusul krisis air bersih yang meluas di berbagai daerah dampak kemarau panjang.

Puan dalam keterangan di Jakarta, Rabu menilai saat sebuah wilayah mulai menunjukkan penurunan ketersediaan air, pemerintah harus segera menyiapkan distribusi air, memeriksa sumber air alternatif, dan memastikan fasilitas penyimpanan tersedia.

Terlebih lagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menyediakan informasi peringatan dini.

"Ketahanan air di Indonesia tengah diuji dengan banyaknya daerah yang mengalami krisis air dan kekeringan akibat kemarau panjang. Pemerintah perlu melakukan intervensi penanggulangan untuk membantu masyarakat terdampak," kata Puan.

Menurut dia, masyarakat tidak seharusnya terus berada dalam siklus menunggu hujan, kekurangan air, berjuang mencari alternatif ketersediaan air bersih, menerima bantuan tangki, lalu kembali menghadapi persoalan yang sama pada musim kemarau berikutnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk dapat hadir menyelesaikan dua solusi sekaligus, yakni dengan memenuhi kebutuhan air warga untuk penanggulangan jangka pendek dan juga membangun sistem yang membuat warga terdampak dapat lebih siap menghadapi kekeringan berikutnya.