Krisis air di daerah itu telah berlangsung selama sekitar tiga pekan dan membuat warga terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, salah satu upaya yang dilakukan warga Sikka, yakni memanfaatkan air yang keluar dari batang pisang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci hingga memasak.

Selain di Sikka, krisis air juga terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Di Trenggalek misalnya, krisis air bersih terjadi di 51 desa yang tersebar di 12 kecamatan dengan 27.786 jiwa terdampak.

Selain itu, lebih dari 36 ribu jiwa di Boyolali juga terdampak kekeringan sehingga warga terpaksa harus antre droping air bersih karena sumur mengering.

Kemudian dilaporkan pula sebanyak 1.196.815 warga di Jawa Barat mengalami krisis air akibat terdampak kekeringan pada musim kemarau ini.