Pelatihan ini, kata dia, memang dibutuhkan warga dan peminatnya tinggi. Sosialisasi hingga pendaftaran juga dibantu oleh pengurus RT/RW melalui berbagai sarana komunikasi, termasuk grup WhatsApp.

Muslim berharap peserta yang terlatih dapat memenuhi kebutuhan jasa perbaikan AC warga setempat serta menumbuhkan unit usaha baru di sektor jasa teknik.

Salah satu peserta pelatihan, Ahmad (37), mengatakan dirinya optimistis dapat menguasai materi pendingin ruangan dengan cepat karena berbekal pengalaman memperbaiki mesin kapal.

"Setidaknya setelah lulus, saya bisa merawat dan memperbaiki AC sendiri di rumah. Ke depan, saya berencana membuka layanan servis AC panggilan (home service) di pulau ini," kata dia.