NADIKABAR.COM — Puluhan jet tempur Israel dilaporkan terbang mendekati perbatasan Iran pada awal pekan ini. Manuver ini diduga bertujuan untuk memancing respons militer dari Teheran, ketika konflik Timur Tengah belum juga berakhir.
Israel, bersama sekutunya Amerika Serikat (AS), melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Namun ketika gencatan senjata disepakati pada April lalu, Tel Aviv menghentikan serangannya terhadap target-target Teheran, hanya Washington yang sejauh ini sesekali terlibat pertempuran dengan Iran.
Laporan media lokal Israel, Channel 12, yang mengutip sejumlah sumber AS, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (23/10/2026), menyebutkan bahwa manuver militer Israel itu berlangsung dari Senin (19/10) malam hingga Selasa (20/10) waktu setempat.
Manuver itu melibatkan puluhan jet tempur yang didampingi oleh pesawat pengisi bahan bakar milik Angkatan Udara Israel.
Menurut laporan Channel 12, jet-jet tempur Israel itu terbang melintasi wilayah Suriah dan Irak sebelum berbalik arah ke Israel, setelah sempat mendekati perbatasan Iran dalam jarak yang sangat dekat.
Sumber-sumber AS yang berbicara kepada Channel 12 mengungkapkan bahwa Israel mungkin berharap pasukan Iran akan melepaskan tembakan ke arah jet-jet tempurnya itu, yang berpotensi memberikan pembenaran bagi Tel Aviv untuk melancarkan serangan terhadap Teheran.
Para pejabat AS dan Israel, menurut Channel 12, menyebut aktivitas semacam itu sebagai latihan pencegahan. Namun laporan Channel 12 menyebutkan bahwa manuver tersebut memiliki risiko terjadinya kesalahan perhitungan oleh pihak Iran, yang dapat memicu respons militer dan mengobarkan kembali pertempuran.
Disebutkan juga oleh sumber-sumber AS yang dikutip Channel 12 bahwa Israel telah memberitahu AS mengenai operasi itu sebelumnya, dengan menggambarkannya sebagai latihan militer yang dimaksudkan untuk menunjukkan kemampuan Tel Aviv dan untuk menangkal Iran.
Mereka menambahkan bahwa Israel menyadari jika sistem pertahanan udara Iran akan mendeteksi keberadaan jet-jet tempur tersebut.
Operasi tersebut bertepatan dengan kunjungan rahasia Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth ke Israel, di mana dia bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dan Menhan Israel Katz di Pangkalan Udara Ovda.
Belum ada tanggapan langsung dari Israel terhadap laporan tersebut.