NADIKABAR.COM — Puluhan wartawan/jurnalis di Kota Surabaya menggelar doa bersama di Taman Apsari, Jumat (11/9) petang. Doa bersama ini untuk lima jurnalis beserta tiga kru kapal yang saat ini masih hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, Suryanto mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi para jurnalis yang masih dalam pencarian beserta keluarga mereka.

"Setiap berita yang kau kabarkan selalu membawa suara bagi sesama. Hari ini suara kami menyatu dalam doa agar engkau segera ditemukan dalam keadaan sehat walafiat," ujar Suryanto di lokasi.

Selain mendoakan keselamatan kelima jurnalis, Suryanto menyebut para jurnalis Surabaya juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan selama menunggu kabar dari proses pencarian.

"Peristiwa tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi insan pers mengenai pentingnya keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik, khususnya ketika berada di lokasi bencana," jelasnya.

Menurutnya, pekerjaan jurnalistik memang membutuhkan keberanian, ketelitian, dan kemampuan menghadapi berbagai situasi di lapangan. Namun, keselamatan tetap harus menjadi prioritas dalam setiap kegiatan peliputan.

"Peliputan bencana memiliki risiko tinggi karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, aspek keselamatan perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan dan pelaksanaan tugas jurnalistik," terangnya.

Doa bersama di Surabaya, kata Suryanto diharapkan tidak hanya menjadi bentuk solidaritas bagi lima jurnalis yang masih dicari, tetapi juga pengingat bahwa di balik setiap berita terdapat jurnalis yang mempertaruhkan waktu, tenaga, dan keselamatannya untuk menghadirkan informasi kepada masyarakat.

"Para jurnalis berharap kelima jurnalis dan tiga kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat," tandasnya.